Bandung Barat – Upaya pelestarian kuliner tradisional Indonesia kembali mendapat angin segar. Dengan hadirnya buku “Wajit: Menggali Sejarahnya, Meracik Wajitnya, Mengapresiasi Nilainya”.
Buku ini diterbitkan sebagai bagian dari program pemajuan kebudayaan. Didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP, dan Dana Indonesiana.
Peluncuran buku menjadi langkah penting dalam mendokumentasikan perjalanan panjang wajit. Salah satu makanan khas Cililin yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa Barat selama beberapa generasi.
Tidak hanya membahas resep dan teknik pembuatannya, buku ini juga mengulas sejarah, filosofi dan nilai budaya. Hingga berbagai inovasi wajit yang berkembang di era modern.
Pendekatan Populer & Bahasa Ringan
Buku Wajit tersebut disusun dengan bahasa yang ringan dan komunikatif sehingga dapat dinikmati berbagai kalangan. Mulai dari siswa SMP dan SMA, mahasiswa, komunitas budaya, hingga masyarakat umum.
Melalui pendekatan yang populer, pembaca diajak memahami bahwa wajit bukan sekadar makanan tradisional. Melainkan juga warisan budaya yang menyimpan cerita tentang kehidupan, tradisi, dan identitas masyarakat.
Dalam buku ini, pembaca dapat menemukan berbagai pembahasan menarik. Seperti asal-usul wajit Cililin, tradisi dan ritual yang berkaitan dengan wajit, posisi wajit sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb), tantangan pelestarian di tengah perubahan zaman. Hingga inovasi produk seperti Wajit Smoothies, Wajit Brownies, dan Wajit Cokelat.
Selain menjadi media edukasi, buku ini juga diharapkan mampu mendorong keterlibatan generasi muda dalam upaya pelestarian budaya. Di tengah derasnya arus globalisasi dan budaya instan, dokumentasi seperti buku menjadi salah satu cara penting untuk menjaga agar pengetahuan, nilai, dan praktik budaya tidak hilang ditelan waktu.
Latar Penerbitan Buku
Program penerbitan buku ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat ekosistem kebudayaan berbasis masyarakat. Sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif lokal yang berakar pada kearifan budaya.
Dengan dokumentasi yang baik, wajit diharapkan tidak hanya dikenal sebagai makanan khas. Tetapi juga sebagai simbol kebanggaan budaya yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Menurut sang penulis, DR. Reka Yuda Mahardika, hadirnya buku ini mengajak masyarakat untuk kembali mengenal, mencintai, dan mengapresiasi wajit. Bukan hanya karena legit rasanya, tetapi juga karena cerita panjang dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
“Wajit bukan sekadar makanan. Di dalam setiap legit rasanya, tersimpan sejarah, identitas, dan cerita budaya yang layak diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.*
Baca juga: Matangkan Festival Wajit Cililin 2026, Panitia Kunjungi Produsen Wajit


Banyak memberikan informasi…
tes
halo komen
dayseeker
wih keren pakk, semoga wajit semakin mendunia
wahh semangat terus pak semoga lancar dan sehat selalu pak Doktor
Mungkin saya tidak menemukan dari deskripsi di atas tutorial cara membuat wajit tersebut dan sangat bagus untuk perubahan zaman sekarang karena anak anak sekarang sudah mulai tidak mengetahui apa itu wazit
Semoga berkembang terus, semangat pak
luar biasa pakk
Keren banget pak, sukses selaluu
wih keren pakk, semoga wajit semakin mendunia
keren banget bapaa, masyallah sukses terus bapa
Keren sekali bapak, sangat mengispirasi, sukses selalu bapak😁🙏🏻
Semoga buku ini dapat membuat lebih banyak orang mengetahui asal dan cara pembuatan wajit cililin
Keren bapak, semoga bukunya bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Masyaallah keren sekali bapak
Semoga lewat buku ini makin banyak anak muda yang kenal sama wajit🤩
keren sekali, sehat dan sukses selalu bapak
hebat sekali bapak, sukses dan sehat selalu
Keren sekali bapa, sukses selaluu
Masyaallah sukses terus bapak🫶🥺
Menarik banget pakk, semoga makin banyak yang peduli sama budaya lokal 😍
Salut, Pak. Semoga produk wajitnya semakin dikenal banyak orang dan sukses selalu.
keren sekali bapakk, sukses selalu, jadii pengen baca bukunya🤩
KEREN BGT PAK
MANTAP PAK👍🏻
Artikel yang sangat menarik, Pak. Semoga terus menginspirasi melalui karya-karya berikutnya.