Tentang Kami
BUMI CILILIN CHANNEL
Berikut kami sajikan sejumlah kata pengantar untuk mengenali secara garis besar mengenai Bumi Cililin Channel.
Sejarah Lahir
Yayasan Bumi Cililin Channel tumbuh dari komunitas Cililin Channel sebagai platform komunitas yang memiliki peran dalam melestarikan budaya kuliner daerah. Agar kekuatan budaya ini tidak lekang oleh waktu dan tetap menjadi cerita yang berkelanjutan, diperlukan sikap keterbukaan serta kemampuan untuk “ngigelan” (mengikuti dan menyesuaikan diri dengan) perkembangan zaman. Hal tersebut menjadi langkah penting dalam membangun tahapan menuju era inovasi kuliner, inovasi usaha, hingga pengembangan model bisnis.
Capaian
Tahun 2023 kuliner tradisional Wajit Cillilin mendapatakan tempatnya menajdi WARISAN BUDAYA TAK BENDA (WBTB) oleh KEMENDIKBUD RI. Dari sinilah sisi literasi sejarah wajit muncul. Dan menjadi agenda penting program prioritasnya adalah membangun komunitas literasi. Muncullah web JURNAL PEDAGOGIA HUMANIORA sebagai komunitas akademisi yang melek terhadap perkembangan literasi khsususnya di pendidikan dan Humaniora.
Harapan
Dengan adanya du flatform komunitas ini diharapkan perkembangan kebudayaan lokal khususnya di kuliner tradisional berkembang secara berkelanjutan mengikuti perkembangan jaman.
VISI & MISI
"Menjadi institusi terdepan dalam pengembangan sumber daya manusia dan sosial enterprise untuk masyarakat partisipasif secara berkelanjutan"
01.
Pendidikan & Literasi
Menjadi institusi kuat dalam bidang riset, penelitian dan pengembangan sumber daya manusia untuk masyarakat partisipasif secara berkelanjutan.
02.
Sosial & Pemberdayaan
Menjadi institusi katalis komunitas lintas agama, sosial kemasyarakatan dalam menumbuhkembangkan sikap inovatif, mandiri, dan creativ terbuka terhadap perkembangan jaman.
03.
Kemanusiaan
Membangun institusi kuat dalam literasi dengan pemahaman kebudayaan yang kuat.
04.
Keagamaan
Merealisasikan masyarakat baru yang kuat dalam sosial enterprise, kemandirian ekonomi dan kemandirian pola pemikiran yang dapat dipertanggungjawabkan.
